Kelas VIII G
- Aisyah Nuur Khasanah 1
- Akila Ghaisani Ardhani 2
- Alanis Canari Dinar 3
- ALIFKA JENESE SATRIA AL KADAFI 4
- Allysha Putri Anggraeni 5
- Andrean Radeva Dicky Sihiyanto 6
- Asgar Budiman Ambarak 7
- Carissa Maynina Puti Wibowo 8
- Daniel Harry Yudhistira 9
- Daniel Panji Wicaksono 10
- Elyda Fauziah Wibowo 11
- Elza adita Mulia 12
- Firzanah Askanissa Gaib 13
- Gading Afrianto Wijaya 14
- HAFIZ AQILA AMANULLOH 15
- HERVANDO RIZKI ADITYA 16
- JERRYCO NIZAM KHASAVANI 17
- KELVINO RADITHYA LAUW 18
- Kinanthi Dening Gusti 19
- KIRANA NAURA WAHYUANDANI 20
- Lionel Aurelio Prasetya 21
- Marsya Ayu Widya Sari 22
- NADHIRA KHANSA HIBATULLOH 23
- Narendra Arjuna Cakti 24
- Nevania Rohman 25
- Praysa Aghnala Renalista 26
- QALESYA NURHASANAH 27
- RAISHA ADNI HARIPUTRI 28
- Renata Felicia Dearis 29
- Risang Sandya Abilawa 30
- Sabhrina Asha Jannatin Aaliyah 31
- Yashinta Mardina Chasih 32
Archive for Agustus 2025
6. Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya yang Menakjubkan
Sistem pencernaan manusia terdiri dari beberapa organ utama yang bekerja secara berurutan untuk mengolah makanan. Mulut menjadi pintu pertama dengan gigi yang menghancurkan makanan secara mekanis, serta air liur yang mengandung enzim amilase untuk memulai pencernaan karbohidrat. Selanjutnya, makanan masuk ke kerongkongan dan didorong ke lambung melalui gerakan peristaltik.
Di lambung, makanan diolah secara kimiawi dengan bantuan asam lambung dan enzim pepsin untuk memecah protein. Setelah itu, makanan yang sudah berbentuk bubur halus (kimus) diteruskan ke usus halus. Di usus halus, terjadi proses pencernaan lanjutan dengan bantuan cairan empedu dari hati dan enzim dari pankreas, sekaligus penyerapan zat gizi penting ke dalam darah.
Sisa makanan yang tidak tercerna masuk ke usus besar, tempat penyerapan air dan pembentukan feses. Organ pencernaan tambahan seperti hati, pankreas, dan kantong empedu juga berperan penting dalam menghasilkan enzim dan cairan yang membantu proses pencernaan. Dengan kerja sama semua organ ini, tubuh memperoleh energi dan zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh, berkembang, dan tetap sehat.
gambar
video
IPA BAB 2
5. Hubungan Antar Sistem Tubuh: Pencernaan, Peredaran Darah, dan Pernapasan
Sistem pencernaan, peredaran darah, dan pernapasan saling berkaitan erat untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Sistem pencernaan berfungsi mengolah makanan menjadi zat gizi sederhana, seperti glukosa, asam amino, dan asam lemak. Zat gizi ini kemudian diserap oleh usus halus dan masuk ke dalam aliran darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Sementara itu, sistem pernapasan berperan dalam mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai sisa metabolisme. Oksigen yang dihirup masuk ke paru-paru lalu berdifusi ke dalam darah melalui alveolus. Oksigen ini sangat penting karena dibutuhkan dalam proses pembakaran zat gizi agar tubuh menghasilkan energi.
Sistem peredaran darah menjadi penghubung utama antara pencernaan dan pernapasan. Darah membawa zat gizi dari pencernaan dan oksigen dari paru-paru untuk disalurkan ke seluruh sel tubuh. Di dalam sel, zat gizi dan oksigen diproses menjadi energi melalui respirasi seluler. Dengan demikian, ketiga sistem ini bekerja sama agar tubuh mendapatkan energi yang cukup dan dapat berfungsi dengan baik.
gambar
video
sumber : google, YouTube
IPA BAB 2
4. Sistem Ekskresi: Pentingnya Pembuangan Sisa Metabolisme untuk Kesehatan
Sistem ekskresi adalah sistem dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi. Zat sisa ini berasal dari proses pembakaran energi di dalam sel, seperti karbondioksida, urea, garam, dan air berlebih. Organ utama dalam sistem ekskresi antara lain ginjal, paru-paru, kulit, dan hati, yang masing-masing memiliki peran penting dalam membuang sisa metabolisme.
Pembuangan sisa metabolisme sangat penting karena jika menumpuk di dalam tubuh, zat tersebut dapat menjadi racun dan mengganggu kerja organ. Misalnya, jika ginjal tidak mampu mengeluarkan urin dengan baik, maka racun dalam darah akan meningkat dan dapat membahayakan kesehatan. Demikian juga dengan paru-paru yang tidak mengeluarkan karbon dioksida, tubuh akan kekurangan oksigen dan fungsi organ lain ikut terganggu.
Dengan berfungsinya sistem ekskresi secara baik, tubuh dapat menjaga keseimbangan cairan, suhu, serta kebersihan darah dari zat-zat berbahaya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan organ ekskresi sangatlah penting, misalnya dengan minum air yang cukup, menjaga pola makan, serta rajin berolahraga. Sistem ekskresi ibarat “mesin pembersih tubuh” yang membuat tubuh tetap sehat dan dapat bekerja dengan optimal.
gambar
IPA BAB 2
3. Cara kerja sistem pernapasan : Menghirup Oksigen, Menghembuskan Karbon Dioksida
Sistem pernapasan bekerja melalui inspirasi dan ekspirasi untuk mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida. Udara masuk melalui hidung dan mulut menuju paru-paru, mencapai kantung udara kecil (alveolus) tempat pertukaran gas terjadi. Oksigen dari alveolus masuk ke darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh, sementara karbon dioksida dari tubuh masuk ke alveolus lalu dikeluarkan saat menghembuskan napas, dibantu oleh otot diafragma dan otot interkostal.
Proses Menghirup Oksigen (Inhalasi)
Saat kita menarik napas, otot diafragma dan otot di antara tulang rusuk berkontraksi, memperluas rongga dada. Hal ini membuat paru-paru mengembang dan menarik udara masuk melalui hidung atau mulut, kemudian melalui trakea dan bronkus hingga sampai di alveolus. Di dalam alveolus yang dilapisi kapiler darah, oksigen dari udara akan berdifusi ke dalam darah untuk kemudian diangkut oleh sel darah merah ke seluruh tubuh.
Pertukaran Gas dan Transportasi
Setelah oksigen digunakan oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi, sel akan menghasilkan limbah berupa karbon dioksida. Darah akan membawa karbon dioksida ini kembali ke paru-paru. Di dalam alveolus, terjadi perpindahan gas: oksigen dari udara alveolus masuk ke darah, sementara karbon dioksida dari darah masuk ke alveolus untuk dibuang.
Proses Menghembuskan Karbon Dioksida (Ekspirasi)
Setelah oksigen berpindah ke darah dan karbon dioksida masuk ke alveolus, otot diafragma dan tulang rusuk akan mengendur. Hal ini menyebabkan rongga dada dan paru-paru mengempis, sehingga meningkatkan tekanan di dalam paru-paru dan mendorong udara yang kaya karbon dioksida keluar melalui jalur yang sama saat udara masuk, yaitu melalui bronkus, trakea, dan akhirnya hidung atau mulut.
gambar
sumber : google YouTube
IPA BAB 2
2. Rahasia sistem peredaran darah: Dari Jantung Hingga Kapiler
Sistem peredaran darah dimulai ketika jantung, khususnya bilik kiri, memompa darah kaya oksigen ke aorta, lalu ke arteri yang bercabang menjadi kapiler. Di dalam kapiler, pertukaran gas terjadi; oksigen dan nutrisi disalurkan ke sel-sel tubuh, sementara karbon dioksida dan limbah diambil. Darah yang kini kaya karbon dioksida mengalir melalui vena dan kembali ke jantung, memulai siklus peredaran darah kecil ke paru-paru untuk kembali dioksigenasi.
Proses ini berlanjut dengan peredaran darah besar, di mana darah miskin oksigen dari seluruh tubuh tiba di atrium kanan jantung. Dari sana, darah dipompa ke bilik kanan, kemudian dikirim ke paru-paru untuk bertukar karbon dioksida dengan oksigen. Darah yang telah kaya oksigen kemudian mengalir ke atrium kiri dan bilik kiri, mempersiapkan untuk dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta.
Akhirnya, darah yang kaya oksigen ini menyebar dari jantung ke seluruh tubuh melalui sistem pembuluh darah yang kompleks. Arteri mengantarkan darah ke cabang-cabang yang semakin kecil, hingga mencapai kapiler yang sangat tipis. Dinding kapiler memungkinkan terjadinya pertukaran zat yang krusial: oksigen dan nutrisi meninggalkan kapiler untuk memasok sel-sel, dan limbah seperti karbon dioksida masuk ke dalam darah.
gambar
videoIPA BAB 2
1. Mengenal sistem pencernaan dan mesin pengolah makanan dalam tubuh kita
Sistem pencernaan adalah serangkaian organ yang bekerja sama untuk mengolah makanan yang kita makan menjadi zat gizi yang berguna bagi tubuh. Sistem ini bisa disebut sebagai mesin pengolah makanan karena prosesnya sangat teratur dan berkesinambungan. Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke mulut. Di dalam mulut, makanan dikunyah oleh gigi hingga halus dan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim, sehingga lebih mudah ditelan dan dicerna.
Setelah itu, makanan masuk ke kerongkongan dan didorong ke lambung melalui gerakan peristaltik. Di lambung, makanan diaduk, dihancurkan, serta dicampur dengan asam lambung dan enzim pencernaan hingga menjadi bubur makanan. Makanan kemudian diteruskan ke usus halus. Di sinilah terjadi proses penyerapan zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral ke dalam darah. Zat gizi tersebut kemudian diedarkan ke seluruh tubuh untuk menghasilkan energi, membantu pertumbuhan, dan menjaga kesehatan.
Sisa makanan yang tidak dapat diserap akan masuk ke usus besar. Di usus besar, air diserap kembali, sementara sisa makanan dibentuk menjadi feses. Feses kemudian dikeluarkan melalui anus sebagai kotoran. Selain organ utama, terdapat juga organ tambahan yang membantu proses pencernaan, seperti hati yang menghasilkan empedu, pankreas yang menghasilkan enzim, dan kantung empedu yang menyimpan empedu. Semua organ ini bekerja sama seperti sebuah mesin canggih, sehingga tubuh kita dapat memperoleh energi dan nutrisi yang diperlukan untuk beraktivitas setiap hari.
video





